Ada pesan singkat yang disampaikan oleh seorang ustad pada saya, pesan itu berbunyi : Banyakin Do`a menjelang Ramadhan.
Singkat, padat, jelas dan penuh makna. Pesan ini disampaikan menjelang detik-detik Ramadhan, sehari sebelum pemerintah mengumumkan secara resmi awal dimulainya bulan puasa.
Saya tanya, kenapa ustad mengirimkan sms begitu singkat? Balasan beliau ” sekedar tausyiah”. Saya balas ” tuh kan ustad ni maunya yang singkat-singkat, jawabannya saja sesingkat itu. maksud saya apa gerangan dibalik tausyiah singkat itu?”
Lama saya menunggu balasannya, mungkin sang ustad sedang mengetik sms yang begitu panjang sebagai penjabaran atas pesannya di awal tadi.
Selang sekitar 15 menit, telepon genggam saya memanggil pertanda pesan masuk. “Nah ini dia balasannya”. Seraya membuka apa gerangan yang ditulis sang ustad.
“Banyakin do`a akhi, karena kita tidak pernah tau apakah kita akan sampai pada Ramadhan besok hari, walaupun Ramadhan sudah dipelupuk mata, tapi rangkaian hari masih terurai, detakan jarum jam masih berjalan, begitu pula dengan nyawa dan jiwa kita hanya Alloh lah yang memiliki, Siapa tau ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, atau mungkin kita tak pernah sampai pada Ramadhan esok, Wallohu`alam”
…………….
Saya tutup pesan singkat beliau, tetap tersimpan hingga Ramadhan menjelang.
Marhaban Yaa Ramadhan,