Jendela Hati

Posted: August 14, 2009 in Guratan

Hanya ingin berbagi bait demi bait syair dari sebuah nasyid.

Nasyid yang diperkenalkan oleh istri saya ini adalah senandung lama yang ditorehkan oleh sebuah grup nasyid Saujana. Ada kedamaian, ada mimpi dan harapan dalam liriknya. Menghantarkan saat-saat awal perjuangan walimah waktu itu.

Seolah sebagai penggugah untuk bisa kembali pada hati yang bersih dengan beharap terbukanya jendela hati. Kembali nasyid ini dihadirkan untuk mengisi kekosongan hati atas kondisi, peristiwa dan kejadian belakangan ini.

Peristiwa dan agenda tahun ini adalah sebuah hikmah atas kejadian yang ditampakkan. Tahapan pemilu baik legislatif maupun pilpres, rebutan kekuasaan, kisruh sengketa pemilu sampai peristiwa pengeboman Jakarta.

Hati ini gusar, resah, galau…. politik dan persaingan, konflik dan kepentingan, terorisme dan islam.

Mungkin ini saatnya kita kembali, kembali pada hati. Setidaknya membuka jendela hati yang selama ini galau. Ada ruang ada relung yang bisa menerima semuanya, kembali pada fitrtah, suci, bersih untuk menggapai ukhuwah.

Ini adalah bait syairnya:

Aku ingin hidup secerah mentari
yang menyinar di taman hatiku
Aku ingin seriang kicauan burung
yang terdengar di jendela kehidupan
Aku ingin segala-galanya damai
mesra membuat ceria
Aku ingin menghapus duka dan lara
melerai rindu di dalam dada

Sedamai pantai yang memutih
Sebersih lukisan embunan pagi
Dan ukhuwah kini pasti berputik
menghiasai taman kasih yang harmoni

seharum kasturi
seindah pelangi
segalanya bermula di hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s