Gaji 13 dan Ceker Ayam

Posted: May 31, 2009 in Goresan

Alhamdulillah akhirnya bulan ini dapat gaji ke-13. Gaji bulan ke-13  yang selama ini ditunggu-tunggu, karena isunya sudah dari beberapa bulan yang lalu. Maklum karena gonjang ganjing dunia politik, menyebabkan ’bonus’ gaji untuk pegawai negeri sipil ini terbawa-bawa oleh panasnya suhu pilpres.

Saya sih senang dan bahagia karena bagi saya jumlah yang saya terima sama dengan gaji bulanan, tanpa potongan dan lain-lain. Bisa buat saving atau nyoba kredit keperluan konsumsi atau malah bisa buat invest”… nyoba-nyoba kredit buat investasi.

Siang ini ke Mall, ngecek saldo di ATM. Alhamdulillah saldo tabungan nambah lagi, pas di-print ternyata gaji bulan ke-13 sudah ditransfer. Syukurlah, berarti biaya buat pulang kampung pas liburan besok bersama anak dan istri bisa tertanggulangi…syukurlah…

Beranjak dari mesin pengeluar uang, saya ngobrol sama temen. Dia berkata bahwa manusia memang tidak akan pernah puas! lho kenapa? tanya saya. “Ya iyalah, coba saja, dulu pas belum ada gaji 13, hidup bisa cukup dengan gaji bulanan doang, sekarang begitu ada gaji 13, pengeluaran malah sebanding dengan penerimaan, artinya penerimaan naik pengeluaran juga ikut naik….. ” Begitu kata teman. Memang ada benarnya juga, dan saya pun merasakan hal yang sama…. :(

Di sisi lain, tadi malam pas pulang kantor, seperti biasa saya naik Metro Mini jurusan Blok M – Ciledug. Sepanjang perjalanan, metro mini yang saya tumpangi banyak disuguhi dengan hiburan dari para pengamen jalanan, termasuk dua anak kecil kakak beradik bersama ibunya. Sang kakak mengamen di depan dan si adik asyik menikmati sebungkus ceker ayam dan satu paha ayam di kursi belakang sambil diawasi oleh ibunya yang duduk dipojokan. Sang kakak mulai menyanyikan bait-bait lagunya seketika itu pula si adik memakan sedikit demi sedikit goreng ayam dan cekernya itu. Tiga buah lagu disajikan oleh sang kakak dan si adik pun tinggal menyisakan satu buah ceker ayam.

Begitu sang kakak selesai memungut uang recehan dari penumpang, dia langsung menuju si adik dan dengan nada memelas sang kakak meminta si adik untuk membagi ceker ayam yang masih tersisanya itu.

Tapi apa yang terjadi? Si adik menolak permintaan sang kakak, dia malah akan menghabiskan ceker ayamnya itu. Dengan nada sedih sang kakak meminta bantuan ibunya agar si adik bisa membagi ceker ayamnya. Setelah dibujuk oleh ibunya, si adik memberikan sisa makanannya yang tinggal tulang ceker itu kepada sang kakak. Sang kakak tetap menerimanya, walaupun hanya sepotong ceker yang sudah tidak utuh lagi. Dia lahap memakannya sampai tulang muda ceker ayam itu tak tersisa. Hingga akhirnya mereka harus turun di Pasar Kebayoran. Subhanallah! Saya hanya bisa terdiam melihatnya, karena kebetulan saya duduk di kursi paling belakang di Metro Mini itu. Hingga akhirnya saya mengusap dada seraya bergumam dalam diri. Astagfirullah ternyata masih banyak yang membutuhkan di sekitar kita ini. Patut bersyukur kita dapat Gaji bulanan dan Gaji 13, masih bisa makan ceker ayam bahkan lebih dari itu, ayamnya satu ekor pun kita bisa!

Berbahagia atas pemberianNya adalah wajar dan akan lebih bersyukur lagi jika kita berbagi atas kebahagiaan itu.

Alhamdulillah…. saya bersyukur atas semua ini.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s