Memilihlah untuk kemudian dipilih, bagaikan prinsip timbal balik saling menguntungkan.
Memilih adalah keputusan untuk menunjuk, menentukan dan menyetujui. Ada proses mengingat dan menimbang hingga kemudian meminang dengan unsur keikhlasan di dalamnya.
Memilih diantara banyak pilihan, tetapi yang terpilih hanyalah satu pilihan saja. Sisanya adalah pilihan yang telah terkoreksi dan tereleminasi, tidak terbuang namun menjadi bahan untuk pembelajaran bagi yang telah memilih dan terpilih.
Dalam memilih juga diikutsertakan pendapat orang lain, orang lain yang dianggap lebih ahli atau faham dengan pilihan kita. Ada masukan dan ada tambahan keyakinan akan pilihan kita.
Kesesuaian antara pertimbangan dan masukan orang lain adalah menjadi bahan racikan kita untuk memilih. Walau terkadang terdapat perbedaan pandangan dalam pilihan tersebut.
Ada kriteria, jenis dan syarat yang harus terpenuhi dalam memilih. Susunan kriteria dan daftar syarat terkadang memenuhi lintasan pikiran kita untuk memilih. Ada kriteria ini dan ada syarat itu, ada yang harus ini dan ada yang harus begitu. Hanya kriteria dan syarat yang cocoklah yang akan terpilih
Terakhir, memilih juga mengikutsertakan do`a! Tentu setelah kita berusaha untuk menimbang pilihan tersebut. Do`a ini penting karena do`a adalah pembuka, pembuka untuk sesuatu yang samar menjadi terang, yang resah menjadi lapang, dan yang ragu menjadi yakin. Optimis dan yakin menjadi kekuatan do`a. Hingga akhirnya kita berserah atas pilihan kita. Maka sujud dan berdiri dalsm sholat istikhoroh adalah mutlak, guna kemantapan pilihan kita.
Insya Alloh, Allohlah yang paling baik pilihannya. Tuhan yang Maha Tahu akan pilihan kita. Yang terbaik!